Polres Belitung Timur – Hubungan Masyarakat, Manggar. Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Belitung Timur melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di dalam gudang SMK Pariwisata, Desa Kurnia Jaya, Kecamatan Manggar, pada Senin pagi (02/03/2026).

Berdasarkan hasil identifikasi, korban diketahui bernama Muhammad Regen M Delano (16), warga Dusun Cemara 1, Desa Kurnia Jaya. Dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh Tim Identifikasi, korban diduga masuk ke dalam gudang melalui plafon luar dengan menggunakan bantuan meja yang disusun dua tingkat. Korban ditemukan dalam posisi tergantung dengan kaki tersangkut pada rangka baja, sementara tangan kiri korban masih memegang sebuah gunting dan ujung kaki menempel pada kabel listrik yang dalam kondisi masih menyala.
Kasi Humas Polres Beltim IPDA Asep Achmadi, seizin Kapolres Belitung Timur AKBP Indra Feri Dalimunthe, S.H., S.I.K., M.H. M.M., menjelaskan bahwa diduga kuat korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat berada di atas plafon. Jenazah korban saat ditemukan sudah mengeluarkan aroma tidak sedap dengan menggunakan kaos hitam bertuliskan angka 88 dan celana jeans biru. Korban kemudian dievakuasi ke kamar jenazah rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter setempat, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan baik dari benda tajam maupun benda tumpul pada tubuh korban. Namun, ditemukan luka bakar pada jempol tangan kanan serta lebam kebiruan di bagian badan dan muka yang merupakan ciri khas akibat sengatan listrik. Dokter memperkirakan kematian terjadi dalam rentang waktu 24 hingga 48 jam sebelum ditemukan.
Pihak keluarga korban menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak untuk dilakukan autopsi dengan membubuhi surat pernyataan penolakan di atas materai. Saat ini, jenazah telah diserahkan oleh pihak kepolisian kepada keluarga untuk segera dimakamkan. Selama ini, korban memang dikenal sering berada di lingkungan sekolah tersebut dikarenakan orang tua dan kakek korban merupakan pekerja di sekolah tersebut.




